Makalah Pemilihan dan Penempatan SDM dan Orientasi dan Induksi Sumber Daya Manusia
MAKALAH
‘’Pemilihan,Penempatan
,Orientasi dan Induksi Sumber Daya Manusia’’
Dosen Pengampu : Dewi Ariefahnoor S.E,M.M
Disusun Oleh :
Nama :
Muhammad Ilham
Npm :
19311361
No Abasen
: 29
PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN
(UNISKA)
MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI
BANJARMASIN
2020
KATA PENGANTAR
Puji dan
syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya makalah
yang berjudul “Pemilihan,Penempatan ,Orientasi dan Induksi Sumber Daya Manusia”.
Atas dukungan moral dan materi yang diberikan dalam penyusunan makalah ini,
maka penulis mengucapkan banyak
terimakasih kepada :
Ibu Dewi Ariefahnoor S.E,M.M selaku dosen
mata kuliah Manajemen Sumber
Daya Manusia yang banyak memberikan materi, masukan dan
bimbingan kepada penulis.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu, saran dan
kritik yang membangun dari rekan-rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.
Banjarmasin, 9 November 2020
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………….……………..i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………….…………….ii
BAB I PENDAHULUAN………………………………………….………………………….……………1
A. Latar Belakang…………………………………………………………..………..….…..…….…..…1
B. Rumusan
Masalah………………………………………………………..……….….……….…..…1
C. Tujuan
Penulisan………………………………………………….………….…….….……….…..…1
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………..………………..……………..……2
A. Pengertian
Pemilihan, Penempatan , Orientasi dan Induksi dalam Sumber Daya Manusia.…………………………………………………………………………...….…………..…2
B. Proses
Pemilihan , Penempatan ,Orientasi dan Induksi Sumber Daya Manusia dalam dunia
kerja……………………………................................................…….…..……4
C. Tindakan Perusahaan Dalam
Pemilihan, Penempatan , Orientasi dan Induksi Sumber Daya Manusia.…………….…………………………………….….……...............…….12
D. Sumber Sumber Penarikan Tenaga
Kerja ………….…….….……5
E. Pengaruh
internal dan eksternal terhadap rekrutmen..……….…..………10
F. Teknik
teknik Dalam Perekrutmen …………….…………………….……...………….…..12
G. Kendala kendala
dalam Penarikan ……………….…………………………………….……13
H. Penarikan
Tenaga Kerja Yang Efektif ………………………………………………………..14
BAB III
PENUTUP………………………………………………………………………………..……..…15
A. Kesimpulan……………………………………………………………..……………………..……..…15
B. Saran……………………………………………….…………………….……..……………….…………15
DAFTAR
PUSTAKA……………………………………………………….……….….……..………..…16
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setelah proses seleksi dan rekrutmen
selesai dilakukan, kegiatan perencanaanSumber Daya Manusia tidak berhenti
sampai dari situ. Proses selanjutnya yangharus dilakukan perusahaan adalah memberikan
program induksi dan orientasikepada tenaga kerja baru yang telah lolos pada
tahap seleksi dan rekrutmen.Induksi dan orientasi merupakan tahap pengenalan
tenaga kerja pada perusahaanatau jabatan baru yang akan ditempatinya.Setiap
orang yang berada di lingkungan baru pasti akan memerlukan adaptasiuntuk
menghindari terjadinya kejutan kebudayaan yang dapat menghambat untukbertahan
pada lingkungan baru tersebut. Begitu juga karyawan yang dihadapkanpada
lingkungan pekerjaan yang baru. Mereka yang dapat beradaptasi dengan baikakan
lebih mudah bertahan dalam lingkungan yang baru, sedangkan karyawanyang tidak
dapat menyesuaikan diri akan merasa tidak nyaman sehingga mudahuntuk memilih
pekerjaan yang lain.Untuk mendapatkan manfaat yang diharapkan dalam proses
induksi danorientasi, perusahaan harus mampu merancang program induksi dan
orientasiyang efektif. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kegagalan yang
tidak hanya padaproses induksi dan orientasi, tetapijuga berdampak pada tahap
perencanaanSumber Daya Manusia lainnya, yaitu seleksi dan rekrutmen. Kegagalan
tersebutdapat dilihat dari banyaknya pegawai baru yang keluar.Sehingga
perusahaankehilangan banyak tenaga kerja yang telah direkrut dan memerlukan
perekrutankembali untuk mendapatkan tenaga kerja baru.
B. Rumusan
Masalah
1.
Apa Pengertian Pemilihan , Penempatan
,Orientasi dan Induksi Sumber Daya Manusia.
2.
Bagaimana Proses Pemilihan , Penempatan
,Orientasi dan Induksi Sumber Daya Manusia dalam dunia kerja.
3.
Bagaimana cara perusahaan dalam
melakukan pemilihan,Orientasi hingga Induksi.
4.
Bagaimana tindakan yang diambil
perusahaan dalam Pemilihan, Penempatan ,Orientasi dan Induksi Sumber Daya
Manusia.
C. Tujuan
Penulisan
1.
untuk memahami
tentang Pemilihan, Penempatan , Orientasi dan Induksi Sumber Daya Manusia
2.
untuk mengetahui
proses Pemilihan, Penempatan , Orientasi dan Induksi Sumber Daya Manusia dalam
perusahaan
3.
untuk mengetahui
cara perusahaan dalam melakukan pemilihan,Orientasi hingga Induksi.
4.
untuk mengetahui
tindakan yang diambil perusahaan dalam Pemilihan, Penempatan ,Orientasi dan
Induksi Sumber Daya Manusia.
BAB 2
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Pemilihan ( Seleksi )
Pengertian
Pemilihan atau sering disebut Seleksi merupakan suatu proses dimana suatu
organisasi memilih orang atau orang-orang yang terbaik dari suatu daftar
pelamar yang memenuhi kriteria seleksi untuk posisi-posisi yang tersedia untuk
diisi (Ivancevich, 1992 dan Byars & Rue, 1997). Hal ini mengandung arti
bahwa, semua program seleksi pada dasarnya berusaha mengidentifikasi pelamar
yang memiliki peluang tertinggi untuk memenuhi atau (bahkan) melampaui standar
kinerja organisasi. Kinerja dalam pengertian ini tidak sesederhana mengacu pada
keluaran kuantitatif, tetapi dapat mencakup sasaran keluaran kualitatif
seperti, tingkat absensi, kepuasan karyawan dan pengembangan karir. Oleh karena
itu, tugas awal yang tercakup dalam pengembangan dan implementasi suatu proses
seleksi efektif adalah mengidentifikasi sasaran keluaran mana yang paling
penting sesuai dengan kondisi lingkungannya.Seleksi adalah suatu rekomendasi
atau suatu keputusan untuk menerima atau menolak seseorang calon untuk
pekerjaan tertentu berdasarkan suatu dugaan tentang kemungkinan-kemungkinan
dari calon untuk menjadi tenaga kerja yang berhasil pada pekerjaannya.
Menurut Sedarmayanti seleksi adalah kegiatan menentukan dan
memilih tenaga kerja yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Seleksi
bertujuan memutuskan masalah apakah seorang pelamar diterima bekerja atau
tidak. Tugas seleksi ialah menilai sebanyak mungkin calon untuk memilih
seseorang atau sejumlah orang (sesuai dengan jumlah yang diperlukan) yang
paling memenuhi persyaratan pekerjaan yang ditetapkan semula.Pada seleksi
sejumlah calon dinilai sejauh mana kesesuaian mereka (sejauh mana mereka
memenuhi persyaratan pekerjaan yang telah ditetapkan semula) dengan suatu
pekerjaan. Pada penempatan setiap calon dinilai derajat kesesuaiannya untuk
sejumlah pekerjaan yang berbeda-beda. Dari jumlah calon dipilih sejumlah orang
yang dinilai secara keseluruhan paling sesuai untuk pekerjaan yang berbeda-beda
yang tersedia.
B. Langkah Langkah Dalam Proses Seleksi
Proses seleksi sangat penting dalam
memberikan penilaian akan sifat-sifat, watak, dan kemampuan para pelamar secara
tepat, teliti dan lengkap. Beberapa kualifikasi berikut ini menjadi dasar dalam
proses seleksi.
1. Keahlian
Merupakan
salah satu kualifikasi utama yang menjadi dasar dalam proses seleksi, kecuali
bagi jabatan yang tidak memerlukan keahlian. Penggolongan keahlian dapat
dikemukakan sebagai berikut:
a. Technical
skill,yaitu keahlian teknik yang harus dimiliki para pegawai pelaksana.
b. Human
skill, yaitu keahlian yang harus dimiliki oleh mereka yang akan memimpin
beberapa orang bawahan.
c.
Conceptual skill, yaitu keahlian yang harus dimiliki oleh mereka yang akan
memangku jabatan puncak pimpinan sebagai figure yang mampu mengkoordinasi
berbagai aktivitas untuk mencapai tujuan organisasi.
2. Pengalaman
Dalam proses
pelamaran suatu pekerjaan, pengalaman pelamar cukup penting artinya dalam suatu
proses seleksi. Suatu organisasi/perusahaan cenderung akan memilih pelamar yang
berpengalaman dari pada yang tidak berpengalaman karena dipandang lebih mampu
melaksanakan tugasnya. Selain itu, kemampuan intelegensi juga menjadi dasar
pertimbangan selanjutnya sebab orang yang memiliki intelegensi yang baik
biasanya orang yang memiliki kecerdasan yang cukup baik. Faktor pengalaman saja
tidak cukup untuk menentukan kamampuan seseorang pelamar dalam menyelesaikan
tugasnya dengan baik.
3. Usia
Perhatian
dalam proses seleksi juga ditunjukan pada masalah usia para pelamar. Usia muda
dan usia lanjut tidak menjamin diterima tidaknya seseorang pelamar. Mereka
memiliki usia lanjut tenaga fiisknya relatif terbatas meskipun banyak
pengalaman. Mereka yang berusia muda mungkin saja memiliki vitalitas yang cukup
baik. Tetapi rasa tanggung jawabnya relatif kurang dibandingkan dengan usia
dewasa. Oleh karena itu, yang terbaik pelamar yang berusia sedang atau sekira
usia 30 tahun.
4. Jenis kelamin
Jenis
kelamin memang sering pula diperhatikan, terlebih-lebih untuk jabatan tertentu.
Jabatan-jabatan memang dikhususkan untuk pria, ada juga yang khusus untuk
wanita. Tetapi banyak juga yang terbuka untuk kedua jenis kelamin tersebut.
5. Pendidikan
Kualifikasi
pelamar merupakan cermin dari hasil pendiidkan dan pelatihan sebelumnya, yang
akan menentukan hasil seleksi selanjutnya dan kemungkinan penempatanya dalam
organisasi bila pelamar yang bersangkutan diterima. Tanpa adanya latar belakang
pendidikan tersebut maka proses pemilihan atau seleksi akan menjadi sulit.
6. Kondisi fisik
Kondisi
fisik seseorang pelamar kerja turut memegang peranan penting dalam proses
seleksi. Bagaimana pun juga suatu organisasi secara optimal akan senantiasa
ingin memperoleh tenaga kerja yang sehat jasmani dan rohani kemudian memiliki
postur tubuh yang cukup baik terutama untuk jabatan-jabatan tertentu.
7. Tampang
Menurut Drs.
Manullang, dalam jabatan-jabatan tertentu, tampang juga merupakan salah satu
kualifikasi yang menentukan berhasil atau tidaknya seseorang dalam melaksanakan
tugasnya. Misalnya, tugas sebagai pramugari, pelayan toko, dll.
8. Bakat
Bakat atau
aptitube seseorang calon pelamar tenaga kerja turut juga pemegang kunci sukses
dalam proses seleksi. Bakat ini dapat tampak pada tes-tes, baik fisik maupun psikolog.
Dari tes-tes tersebut dapat diketahui bakat yang tersembunyi, yang suatu saat
dapat dikembangkan.
9. Temperamen
Temperamen
adalah pembawaan seseorang. Temperamen tidak dipengaruhi oleh pendidikan, namun
berhubungan langsung dengan ‘emosi’ seseorang. Menurut Drs. Manullang,
temperamen adalah sifat yang mempunyai dasar bersumber pada faktor-faktor dalam
jasmani bagian dalam, yang di timbulkan oleh proses-proses biokima. Temperamen
seseorang itu bermacam-macam, ada yang periang, tenang dan tentram, bersemangat,
pemarah , pemurung, pesimis, dll. Hal ini menentukan sukses tidaknya seleksi
atau tempat yang cocok bagi seseorang pelamar bila diterima bekerja dalam
organisasi.
10. Karakter
Karakter
berbeda dengan tempramen meskipun ada hubungan yang erat antara keduanya.
Temperamen adalah faktor ’endogen’, sedangkan karakter adalah faktor ’exogen’.
Suatu karakter seseorang dapat diubah melalui pendidikan, sedangkan temperamen
tidak dapat diubah.
C. Pengertian Penempatan Sumber Daya Manuisa
Penempatan karyawan merupakan usaha
manajemen untuk mengisi setiap posisi yang lowong dalam suatu organisasi dengan
karyawan yang memenuhi syarat pada saat dibutuhkan. Proses seleksi sangat
berkaitan dengan penempatan karyawan di dalam perusahaan sesuai dengan bidang peminatan
dan keahlian yang dimilikinya, karenanya berpengaruh bagi produktivitas
perusahaan. Proses seleksi dan penempatan yang baik dan benar akan membuat
karyawan memiliki semangat dalam bekerja, karena bidang yang digelutinya
merupakan apa yang diminati oleh dirinya dan pekerjaan itu merupakan sesuatu
hal yang dikuasai dengan baik. Penelitian mi bertujuan untuk mengetahui apakah
proses seleksi dan penempatan karyawan berpengaruh terhadap produktivitas kerja
karyawan. Metode penelitian yang digunakan dengan menyebarkan 30 kuesioner
kepada karyawan sebagai responden. agar penempatan sesuai dengan keahlian
karyawan maka tidak lepas dibutuhkan prinsip prinsip penempatan sumber daya
manusia.
D. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penempatan SDM
Dalam pelaksanaan penempatan pegawai Bedjo
Siswanto (1989: 88) mengemukakan bahwa faktor yang harus dipertimbangkan dalam
penempatan pegawai adalah sebagai berikut:
1).
Pertumbuhan Perusahaan
Pertumbuhan
bisnis perusahaan akan menciptakan posisi pekerjaan baru yang menyebabkan
terjadinya pengisian posisi pekerjaan baru, baik melalui promosi karyawan yang
sudah ada atau promosi karyawan baru.
2). Latar
Belakang Pendidikan
Prestasi
akademis yang dimiliki tenaga kerja selama mengikuti pendidikan sebelumnya
harus dipertimbangkan, khususnya dalam penempatan tenaga kerja tersebut untuk
menyelesaikan tugas pekerjaan, serta mengemban wewenang dan tanggung jawab.
Prestasi akademis yang perlu dipertimbangkan tidak terbatas pada jenjang
terakhir pendidikan tetapi termasuk jenjang pendidikan yang pernah
dialaminya.Tenaga kerja yang memiliki prestasi akademis tinggi harus
ditempatkan pada tugas dan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya,
sebaliknya tenaga kerja yang memiliki latar belakang akademis rata-rata atau dibawah
standar harus ditempatkan pada tugas dan pekerjaan ringan dengan beban wewenang
dan tanggung jawab yang relatif rendah. Latar belakang pendidikan pun harus
menjadi pertimbangan dalam menempatkan karyawan. Misalnya, sarjana ekonomi
harus ditempatkan pada pekerjaan yang berhubungan dalam bidang ekonomi. Latar
belakang akademis ini dimaksudkan untuk menempatkan karyawan yang tepat pada
posisi yang tepat pula (The Right Man on The Right Place).
3).
Kesehatan Fisik dan Mental
Dalam
menempatkan karyawan, faktor fisik dan mental perludipertimbangkan karena tanpa
pertimbangan yang matang, maka hal-halyang bakal merugikan perusahaan akan
terjadi. Penempatan karyawan pada tugas dan pekerjaan tertentu harus
disesuaikan dengan kondisi fisik danmental karyawan yang bersangkutan.
Kesehatan erat kaitannya dengan sumber daya manusia. Pekerjaan-pekerjaan yang
berat dan berbahaya misalnya hanya mungkin dikerjakan oleh orang- orang yang
mempunyai fisik sehat dan kuat, sedangkan sumber daya manusia yang fisiknya
lemah dan berotak cerdas dapat ditempatkan pada bidang administrasi, pembuatan
konsep atau perhitungan-perhitungan yang memerlukan ketekunan luar biasa, namun
faktor kesehatan ini masih perlu diperhatikan dalam penempatan mereka. Hal ini
dapat dipahami, meskipun tes kesehatan telah meluluskan semua sumber daya
manusia baru, tetapi kadang-kadang tes kesehatan tersebut dilakukan sepintas
kilas kurang dapat mendeteksi kondisi jasmani secara rinci.
4).
Pengalaman Kerja
Pengalaman
bekerja pada pekerjaan sejenis perlu mendapatkan pertimbangan dalam penempatan
kerja karyawan. Kenyataan menunjukkan makin lama karyawan bekerja, makin banyak
pengalaman yang dimiliki karyawan yang bersangkutan, sebaliknya semakin singkat
masa kerja, semakin sedikit pengalaman yang diperoleh. Pengalaman bekerja
benyak memberikan keahlian dan keterampilan kerja.Pengalaman bekerja yang
dimiliki seseorang kadang-kadang lebih dihargai daripada tingkat pendidikan
yang menjulang tinggi. Karyawan yang berpengalaman dapat langsung menyelesaikan
tugas dan pekerjaanya. Karyawan hanya memerlukan pelatihan dan petunjuk yang
relatif singkat. Sebaliknya karyawan yang hanya mengandalkan latar belakang
pendidikan dan gelar yang disandangnya, belum tentu mampu mengerjakan tugas dan
pekerjaan yang diberikan kepadanya dengan cepat.
5). Faktor
Status Perkawinan
Status
perkawinan sumber daya manusia perlu menjadi bahan pertimbangan dalam
penempatannya, karena banyak pekerjaan yang mempersyaratkan penerimaan sumber
daya manusia yang belum menikah. Bagi sumber daya manusia yang sudah menikah
apalagi yang mempunyal anak tentu penempatannya tidak seluas sumber daya
manusia yang belum menikah. Oleh sebab itu banyak perusahaan mempunyai
toleransi besar yang menempatkan kedua suami istri itu dalam satu kota atau
dalam satu kantor. Hal ini dengan pertimbangan agar para sumber daya manusia
yang bersangkutan dapat tenang bekerja.
6). Sikap
Sikap
merupakan bagian hakiki dari kepribadian seseorang. Dalam penempatankaryawan
faktor sikap hendaknya menjadi pertimbangan bagi manajersumberdaya manusia,
karena hal tersebut akan berpengaruh secara langsung baik bagi individu dan
perusahaan maupun bagi masyarakat sebagai pengguna jasa dari perusahaan itu
sendiri
7). Usia
Faktor usia
tenaga kerja yang lulus seleksi perlu dipertimbangkan dalam penempatan tenaga
kerja. Penempatan tenaga kerja berdasarkan usia perlu dilakukan untuk
menghindari rendahnya produktivitas yang dihasilkan oleh karyawan yang
bersangkutan
E. Prinsip Prinsip Penempatan kerja
Adapun
prinsip-prinsip penempatan kerja yaitu sebagai berikut :
1). Prinsip
kemanusiaan.
Prinsip yang
menganggap manusia sebagai unsur pekerja yang mempunyai persamaan harga diri,
kemauan, keinginan, cita-cita, dan kemampuan harus di hargai posisinya sebagai
manusia yang layak tidak di anggap mesin.
2). Prinsip
Demokrasi.
Prinsip ini
menunjukan adanya saling menghormati, saling menghargai, dan saling mengisi
dalam melakasanakan pekerjaan.
3). Prinsip
the right man on the right place.
Prinsip ini
penting di laksanakan dalam arti bahwa penempatan setiap orang dalam setiap
organisasi yang berarti bahwa penempatan setiap orang dalam organisasi yang
berarti bahwa penempatan setiap orang dalam organisasi perlu didasarkan pada
kemampuan, keahlian, pengalaman, serta pendidikan yang di miliki oleh orang
yang bersangkutan.
4). Prinsip
equal pay for equal work.
Pemberian
balas jasa terhadap karyawan baru didasarkan atas hasil prestasi kerja yang di
dapat oleh pegawai yang bersangkutan.
5). Prinsip
Kesatuan Arah.
Prinsip ini
di terapkan dalam perusahaan terhadap setiap karyawan yang bekerja agar dapat
melaksanakan tugas-tugas, di butuhkan kesatuan arah, kesatuan pelaksanaan tugas
sejalan dengan program dan rencana yang di gariskan.
6). Prinsip
Kesatuan Tujuan.
Prinsip ini
erat hubungannya dengan kesatuan arah artinya arah yang dilaksanakan karyawan
harus di fokuskan pada tujuan yang di capai.
7). Prisip
Kesatuan Komando.
Karyawan
yang bekerja selalu di pengaruhi adanya komando yang di berikan sehingga setiap
karyawan hanya mempunyai satu orang atasan.
8). Prinsip
Efisiensi dan Produktifitas Kerja.
Prinsip ini
merupakan kunci ke arah tujuan perusahaan karena efisiensi dan produktifitas
kerja harus dicapai dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.
F. Pengertian Induksi Dan Orientasi
Induksi adalah proses mempernalkan seorang
karyawan baru ataupun pindahan kepada situasi kerja dan kelompok kerja. Hal itu
disebut juga orientasi. Orientasi berarti penyediaan informasi dasar berkenaan
dengan perusahaan bagi karyawan baru, yaitu informasi yang mereka perlukan
untuk melaksanakan pekerjaan dengan memuaskan. Ada pendapat yang mengatakan
bahwa induksi sebenarnya lebih luas dari orientasi, karena meliputi usaha-usaha
menyambut pendatang baru untuk memasuki kelompok kerja dan memberikannya perasaan
diterima dan diakui (senseofbelonging).
Sedangkan
Pengertian Orientasi menurut para ahli :
a. Menurut
Cascio dalam Sedarmayanti (2010:114), orientasi adalah pengakraban dan
penyesuaian dengan situasi atau lingkungan.
b. Menurut
Decenzo & Robbins dalam Sedarmayanti (2010:114), orientasi adalah aktivitas
yang melibatkan pengenalan karyawan baru kepada organisasi dan unit kerja
mereka.
c. Menurut
Wether & Davis dalam Sedarmayanti (2010:114), orientasi adalah mengakrabkan
karyawan dengan peran, organisasi, kebijakan organisasi, dan karyawan lain.
d. Orientasi
adalah aktivitas sumber saya manusia yang memperkenalkan karyawan baru kepada
organisasi dan kepada tugas-tugas yang harus dikerjakan, atasan, dan kelompok
kerja (Ivancevich dalam Marwansyah, 2010:141).
e. Orientasi
adalah prosedur pemberian informasi pokok tentang perusahaan kepada karyawan
baru (Dessler dalam Marwansyah, 2010:141).
f. Menurut
H. Hadari Nawawi dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia untuk bisnis yang
kompetitif (2008:208), Orientasi adalah usaha membantu para pekerja agar
mengenali secara baik.
Orientasi berarti penyediaan informasi
dasar berkenaan dengan perusahaan bagi pegawai baru, yaitu informasi yang
mereka perlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara memuaskan. Informasi dasar
ini mencakup fakta-fakta seperti jam kerja, cara memperoleh kartu pengenal,
cara pembayaran gaji dan orang-orang yang akan bekerja sama dengannya.
Orientasi pada dasarnya merupakan salah satu komponen proses sosialisasi
pegawai baru, yaitu suatu proses penanaman sikap, standar, nilai, dan pola
perilaku yang berlaku dalam perusahaan kepada pegawai baru.

Belum ada Komentar untuk "Makalah Pemilihan dan Penempatan SDM dan Orientasi dan Induksi Sumber Daya Manusia"
Posting Komentar
Ayo Komentar ^_^