Makalah Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Perekonomian Indonesia Ditinjau dari aspek ekonomi makro
Jumat, 01 Mei 2020
Tambah Komentar
Kata Pengantar
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan inayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah yang berjudul "Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Perekonomian Indonesia Ditinjau dari aspek ekonomi makro"ini tepat pada waktunya.Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Muthia Hamida, SE , M. Si pada Pengantar Ekonomi Makro. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini
Banjarmasin ,30 April 2020
Penulis
Daftar Isi
Kata pengantar.................BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang..............
B. Rumusan masalah........
C. Tujuan...........................
BAB II PEMBAHASAN
A. Pendemi Covid-19..........
B. Proses Terjadinya Covid-19......
C. Cara Pemerintah Indonesia Mengatasi Pandemi Covid 19.....
D. Dampak Ekonomi Makro Indonesia Terhadap Munculnya Pandemi Covid-19.....
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.......
B. Saran...............
DAFTAR PUSTAKA.......
BAB I
PENDAHULUAN
Virus Corona atau COVID-19, kasusnya dimulai dengan pneumonia atau radang paru-paru misterius pada Desember 2019. Kasus ini diduga berkaitan dengan pasar hewan Huanan di Wuhan yang menjual berbagai jenis daging binatang, termasuk yang tidak biasa dikonsumsi, misal ular, kelelawar, dan berbagai jenis tikus.
Kasus infeksi pneumonia misterius ini memang banyak ditemukan di pasar hewan tersebut. Virus Corona atau COVID-19 diduga dibawa kelelawar dan hewan lain yang dimakan manusia hingga terjadi penularan. Coronavirus sebetulnya tidak asing dalam dunia kesehatan hewan, tapi hanya beberapa jenis yang mampu menginfeksi manusia hingga menjadi penyakit radang paru.
Sebelum COVID-19 mewabah, dunia sempat heboh dengan SARS dan MERS, yang juga berkaitan dengan virus Corona. Dengan latar belakang tersebut, virus Corona bukan kali ini saja membuat warga dunia panik. Memiliki gejala yang sama-sama mirip flu, virus Corona berkembang cepat hingga mengakibatkan infeksi lebih parah dan gagal organ.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud pandemi covid-19
2. Bagaimana terjadinya pandemi covid-19
3. Bagaimana pemerintahan Indonesia mengatasi pandemi covid-19
4. Apa Damapak Covid-19 terhadap ekonomi Indonesia dari segi makro
C. Tujuan
1. Bertujuan untuk mengetahui asal muasal munculnya pandemi covid-19
2. Bertujuan untuk mengetahui proses terjadinya
3. Bertujuan untuk mengetahui upaya pemerintah mengatasi pandemi covid-19
4. Bertujuan untuk mengetahui dampak ekonomi Indonesia secara internasional
BAB II
PEMBAHASAN
Coronavirus atau disebut juga covid-19 adalah Kelompok virus yang biasanya terdapat pada binatang. Terkadang, orang terinfeksi virus-virus ini, yang kemudian menyebar ke orang lain, seperti SARS-CoV dan MERS-CoV. SARS-CoV dikaitkan dengan musang, sedangkan MERS-CoV ditularkan oleh unta. Hewan penular COVID-19 belum bisa dipastikan sampai saat ini.
Untuk melindungi diri, misalnya saat mengunjungi pasar hewan hidup, hindari kontak langsung dengan hewan hidup dan permukaan yang bersentuhan dengan hewan. Pastikan kebersihan makanan selalu dijaga. Berhati-hatilah ketika memegang daging, susu atau organ hewan mentah untuk menghindari kontaminasi dengan makanan mentah dan hindari konsumsi produk-produk hewan yang mentah atau tidak matang sempurna.
Adapun Gejala-gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, rasa lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare, Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap.
B. Proses Terjadinya Covid-19
COVID-19 dapat menyebar dari orang ke orang melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit COVID-19 batuk atau mengeluarkan napas. Percikan-percikan ini kemudian jatuh ke benda-benda dan permukaan-permukaan di sekitar. Orang yang menyentuh benda atau permukaan tersebut lalu menyentuh mata, hidung atau mulutnya, dapat terjangkit COVID-19. Penularan COVID-19 juga dapat terjadi jika orang menghirup percikan yang keluar dari batuk atau napas orang yang terjangkit COVID-19. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang yang sakit. WHO terus mengkaji perkembangan penelitian tentang cara penyebaran COVID-19 dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru.
Cara utama penyebaran penyakit ini adalah melalui percikan saluran pernapasan yang dihasilkan saat batuk. Risiko penularan COVID-19 dari orang yang tidak ada gejala sama sekali sangatlah rendah. Namun, banyak orang yang terjangkit COVID-19 hanya mengalami gejala-gejala ringan, terutama pada tahap-tahap awal. Karena itu, COVID-19 dapat menular dari orang yang, misalnya, hanya batuk ringan tetapi merasa sehat. WHO terus mengkaji perkembangan penelitian tentang cara penyebaran COVID-19 dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru.
C. Cara Pemerintah Indonesia Mengatasi Pandemi Covid 19
Pandemik Covid-19 atau virus corona, seperti yang telah ditetapkan oleh PBB pada bulan Maret ini, menyebar secara cepat ke seluruh dunia sehingga bukan hanya sektor transportasi serta sektor pariwisata saja yang terpengaruh melainkan merambat ke beberapa sektor lainnya seperti perdagangan, kesehatan dan lainnya.
Pemerintah mendorong Kementerian dan Lembaga (K/L) serta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk dapat mengakselerasi belanja terutama pada jadwal Kuartal I 2020.
Hal ini dilakukan untuk mengurangi tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia akibat pandemik Covid-19, serta penurunan harga-harga komoditas.
Pemerintah juga melakukan re-focusing penganggaran dan meluncurkan paket Stimulus Fiskal jilid I dan jilid II yang diharapkan mendukung bergeraknya sektor riil.
Adapun Upaya Pemerintah Terkait Pandemi Covid-19 :
1. Sosial distancing (Pembatasan sosial), adalah serangkaian tindakan pengendalian infeksi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular.
Tujuan dari pembatasan sosial adalah untuk mengurangi kemungkinan kontak antara orang terinfeksi dan orang lain yang tidak terinfeksi, sehingga dapat meminimalkan penularan penyakit, contohnya seperti Penutupan sekolah, tempat kerja, isolasi, karantina, menutup atau membatasi transportasi umum.
2. Pajak penghasilan ditanggung pemerintah. Penghasilan teratur yang diterima oleh pegawai berpenghasilan 200 juta rupiah setahun yang berkerja pada perusahaan yang terdampak pandemi virus corona mendapat fasilitas Pajak Penghasilan pasal 21 (PPh 21) ditanggung pemerintah.
Dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 23/PMK.03/2020 perusahaan yang terdampak pandemi virus corona merupakan perusahaan yang terdaftar pada 440 KLU (Klasifikasi Lapangan Usaha) tertentu dan perusahaan yang telah ditetapkan sebagai perusahaan KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor).
3. Kelonggaran membayar kredit. Pemerintah memberikan sejumlah insentif untuk kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di antaranya kelonggaran membayar kredit hingga satu tahun.
Presiden Joko Widodo mengatakan insentif itu juga dengan penurunan bunga. Meski begitu, ketentuan itu hanya bisa dinikmati oleh UMKM dengan kredit di bawah Rp10 miliar.
4. Belajar di rumah.
Kementerian Pendidikan memberikan sejumlah acuan untuk pelaksanaan belajar dari rumah selama masa pandemi.
Tidak ada batasan spesifik tentang materi belajar yang harus dilakukan oleh siswa di rumah. Hal ini karena akses atau fasilitas belajar yang dimiliki masing-masing siswa di rumah tidak lah sama.
D. Dampak Ekonomi Makro Indonesia Terhadap Munculnya Pandemi Covid-19
Wabah Covid-19 berpotensi mengubah tatanan ekonomi dunia yang ditandai dengan berubahnya peta perdagangan dunia, selain mengakibatkan mandegnya berbagai bidang usaha.
Selain itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Juga mengatakan bahwa Indonesia cukup terhantam keras dengan penyebaran virus Corona. Tidak hanya kesehatan manusia, virus ini juga mengganggu kesehatan ekonomi di seluruh dunia. Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK), kata Ani, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam skenario terburuk bisa minus 0,4 persen.
“Pertumbuhan ekonomi kita berdasarkan assessment yang tadi kita lihat, BI, OJK, LPS, dan kami memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan turun ke 2,3 persen, bahkan dalam skenarionya yang lebih buruk, bisa mencapai negatif 0,4 persen,” ungkapnya dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu (1/4).
Kenapa hal ini bisa terjadi? Ani menjelaskan, kondisi sekarang ini akan berimbas pada menurunnya konsumsi rumah tangga yang diperkirakan 3,2 persen hingga 1,2 persen. Lebih dari itu, investasi pun akan merosot tajam. Sebelumnya, pemerintah cukup optimistis bahwa investasi akan tumbuh enam persen. Namun, dengan adanya COVID-19, diprediksi investasi akan merosot ke level satu persen atau terburuk bisa mencapai minus empat persen.
Dalam kesempatan tersebut, Ani juga mengumumkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi melemah hingga Rp20.000 per dolar AS akibat wabah COVID-19. Untuk perkiraan moderatnya berada di kisaran Rp17.500 per dolar AS.
Meskipun asumsi makro kali ini begitu menakutkan, Ani menegaskan, pemerintah tidak akan membuat hal itu terlaksana. Justru, hal ini dijadikan patokan jangan sampai skenario terburuk itu terjadi.BAB III
PENUTUP
A. KesimpulanCOVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Ini merupakan virus baru dan penyakit yang pertama terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019.
Virus Covid-19 menyebar ke seluruh dunia.
Adapun Dampak Munculnya Covid-19 ini terhadap perekonomian Indonesia yaitu turunya pendapatan nasional Indonesia,hal ini mengakibatkan Indonesia gagal meraih target dalam meningkatkan perekonomian ,sekarang justru perekonomian Indonesia semakin menurun,bukan itu saja bahkan perekonomian masyarakat pun juga ikut menurun.
B. Saran
makalah diatas masih terdapat banyak kesalahan dan jauh dari kesempurnaan ,Dari itulah dibutuhkanya lah kritik agar penulis dapat memperbaikinya.
Daftar Pustaka
https://m.liputan6.com/bisnis/read/4205595/upaya-pemerintah-jaga-ekonomi-selama-pandemi-virus-corona
*
*
B style="color: blue;">


Belum ada Komentar untuk "Makalah Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Perekonomian Indonesia Ditinjau dari aspek ekonomi makro"
Posting Komentar
Ayo Komentar ^_^