Sejarah Lahirnya Liberalisme

Sejarah Lahirnya Liberalisme
  Kata liberalism atau liberal diambil dari bahasa Latin yaitu liber,yang artinya bebas.Pernyataan bebas disini tidak mengacu pada kepemilikan namun,lebih mengarah pada suatu kebebesan berpikir.Makna kebebasan berpikir mulai berkembang dikalangan kaum intelektual eropa yang diartikan sebagai pintu kebebasan berpikir (The old Liberalism).Dari sinilah kemudian kata kata liberal berkembang sehingga meliputi berbagai makna dan aspek,baik aspek politik,ekonomi,dan sosial budaya.
    Kebebasan merupakan suatu hak individu atau kelompok untuk bertindak sesuai keinginan tanpa adanya paksaan atau larangan dari pihak lain.
    Paham Liberalisme yang telah berkembang luas diberbagai Negara berasal dari eropa.Liberalisme merupakan suatu paham yang menghendaki adanya kebebasan individu dalam segala bidang.Menurut paham ini titik pusat dalam hidup ini adalah individu.oleh karena itu,masyarakat atau Negara harus selalu menghormati dan melindungi kebebasan individu.Setiap individu harus memiliki kebebasan kemerdekaan,seperti dalam bidang politik,ekonomi,dan agama.
      Liberalisme pertama kali dikembangkan oleh kaum borjuis diPrancis pada abad ke 18.Munculnya liberalism merupakan reaksi protes  terhadap pemerintahan yang absolut.Golongan borjuis mengajak rakyat untuk menentang kekuasaan raja yang bertindak dictator.Tujuan gerakan ini adalah untuk mendapatkan kebebasan berpolitik,berusaha,dan beragama.Saat Napoleon Bonaparte berkuasa ,paham liberal ini mulai disebarluaskan ke berbagai Negara dengan semboyan liberte,egalite,dan fraternite.

Perkembangan Liberalisme
    Paham liberalism dimulai pada massa Renaissance,yang memperjuangkan kebebasan manusia.Paham liberalism mulai mencuat kembali dan banyak digunakan sebagai landasan dalam beberapa revolusi besar dunia seperti Revolusi Inggris,Revolusi Amerika,dan Revolusi Prancis.
Gambar : Napoleon Bonaparte
    Liberalisme dapat dipraktikan dalam berbagai bidang berdasarkan pada kepentingan masing masing pihak.Adapun praktik liberalism dapat digolongkan dalam bidang politik,ekonomi,agama,dan sosial budaya.
1).Bidang Politik
    Paham Liberalisme beranggapan bahwa terbentuknya suatu Negara merupakan kehendak dari individu-individu.oleh karena itu,yang berhak mengatur dan menentukan segala hal yang menyangkut Negara adalah individu-individu tersebut.Dengan kata lain,Kekuasaan tertinggi atau kedaulatan dalam suatu Negara berada berada ditangan rakyat (demokrasi).Sistem liberal ini perlu dilindungi dengan undang undang hokum,perlemen,dan sebagainya.Dengan demikian,system yang berlaku dinegara tersebut adalah demokrasi liberal seperti yang diterapkan dinegara Negara Eropa Barat dan Amerika Serikat.
2).Bidang Ekonomi
   Penerapan liberalism dalam bidang ekonomi terlihat dengan adanya system ekonomi bebas.Sistem ekonomi bebas mengandung pengertian bahwa tiap tiap individu harus memiliki kebebasan berusaha,memilih mata pencaharian yang disukai,serta kebebasan mengumpulkan harta benda.Pemerintah tidak mempunyai peran dalam kegiatan ini karena ekonomi bebas menekankan pada kebebasan tiap individu.Semboyan Kaum Liberal adalah Laisser Faire,Laisser Passer,Le monde va de luimeme,artinya produksi bebas,perdagangan bebas,dunia akan berjalan sendiri.
3).Bidang Agama
    Paham Liberalisme beranggapan bahwa masalah agama merupakan masalah pribadi,masalah individu sehingga tiap tiap individu harus memiliki kebebasan beragama dan menolak campur tangan Negara/pemerintah.Dengan demikian,golongan liberal menghendaki kebebasan memilih agama dan menjalankan ibadah menurut agama yang dianutnya.

     Paham Liberalisme menjamin kemerdekaan tiap individu dalam berbagai bidang.Pada hakikatnya,paham liberalism ini muncul karena reaksi terhadap penindasan yang dilakukan oleh kaum bangsawan dan kaum agama dizaman absolute monarchie.Orang ingin melepaskan dirinya dari kekangan manusia,ini dikemukan oleh J.J.Rousseau dalam bukunya Du Contrat Social.

Belum ada Komentar untuk "Sejarah Lahirnya Liberalisme"

Posting Komentar

Ayo Komentar ^_^

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel